Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Showing posts with label serba serbi. Show all posts

seputar angkasa danSatelit ASTRO-H Jepang Yang Meneliti Lubang Hitam Hilang Kontak-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Ilustrasi satelit ASTRO-H (Hitomi). Kredit: Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA)


Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) sedang kebingungan untuk menjelaskan apa yang terjadi pada satelit Hitomi, mereka hilang kontak, yang mungkin saja satelit yang mengemban tugas khusus yakni meneliti lubang hitam dan sejarah gugus galaksi telah hancur di luar angkasa.

JAXA telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan satelit Hitomi pada hari Sabtu (26/3), komunikasi dengan satelit Hitomi telah terputus saat ini. Dan bahkan setelah membentuk tim darurat untuk mencoba berkomunikasi dengan Hitomi, JAXA mengatakan mereka belum mampu mengetahui keadaan Hitomi saat ini.

Namun, menurut sebuah analisis dari US Joint Space Operations Centre pada 26 Maret 2016, satelit Hitomi tampaknya telah terpisah menjadi lima bagian. Lembaga Antariksa Jepang mengatakan pihaknya akan mengamati satelit Hitomi menggunakan radar di Kamishaibara Space Guard Center (KSGC) dan teleskop di Bisei Space Guard Centre (BSGC), yang keduanya berada di Negeri Sakura.

Sementara JAXA masih berusaha untuk memulihkan komunikasi dengan satelit Hitomi, tidak ada yang mengetahui dengan jelas dalam memahami apa yang menyebabkan Hitomi bisa terpisah menjadi lima bagian.

Ini merupakan sebuah kerugian besar untuk program luar angkasa Jepang, yang meluncurkan satelit Hitomi (juga dikenal sebagai satelit ASTRO-H) 17 Februar 2016. Hitomi adalah satelit yang cukup canggih dengan dilengkapi teleskop sinar-X dan detektor cahaya sinar gamma, serta telah dirancang untuk mempelajari gugus galaksi, lubang hitam supermasif, dan bintang neutron.

Menurut astronom Jonathan McDowell dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics, yang bekerja untuk Observatorium Antariksa Chandra, mungkin Hitomi menderita semacam "peristiwa energik", seperti kebocoran gas atau ledakan baterai, yang bisa membuat badannya terpisah-pisah sehingga hilang kontak.

Jika hipotesis ini benar, hal tersebut mungkin membuat antena komunikasi Hitomi tidak menunjuk ke arah yang benar, yang berakibat pada hilangnya komunikasi dengan JAXA. Lebih buruk lagi, jika kontrol atas satelit tidak dapat kembali, panel surya pada satelit Hitomi mungkin tidak dapat mengambil cahaya dari Matahari, yang berarti satelit ini bisa kehilangan seluruh daya sebelum upaya perbaikan selesai dilakukan.

Namun menurut ahli satelit lain, Goh Cher Hiang dari National University of Singapore, peristiwa dramatis seperti ledakan baterai atau kebocoran gas sangat langka terjadi, yang berarti ada juga kemungkinan bahwa faktor eksternal, seperti potongan-potongan kecil dari sampah antariksa mungkin menabrak Hitomi.

Sementara JAXA sedang mencari jawaban dan mencari cara untuk mengembalikan komunikasi dengan satelit Hitomi, tidak semua harapan mereka hilang. JAXA sebelumnya telah kembali berkomunikasi dengan satelit lain yang telah berada di luar angkasa bernama Akatsuki, yang pernah hilang kontak pada tahun 2010.

Ini tidak hanya akan menjadi kerugian bagi Jepang. Satelit Hitomi ini dibangun bersama dengan NASA, Lembaga Antariksa Kanada, dan Agensi Antariksa Eropa, sehingga para ilmuwan dan investor untuk misi ini juga mau tak mau ikut-ikutan rugi.

More about → seputar angkasa danSatelit ASTRO-H Jepang Yang Meneliti Lubang Hitam Hilang Kontak-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa danTeknologi 'Mixed-Reality' Membawa Planet Mars Ke Bumi-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Erisa Hines, ia adalah orang yang mengendarai Curiosity dari Bumi. Kredit: NASA/JPL-Caltech/Microsoft


Seperti apa rasanya ketika kita sedang berjalan-jalan di permukaan planet Mars? Sekelompok ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA, di Pasadena, California, AS telah merancang metode untuk melakukan hal tersebut dengan teknologi bernama 'Mixed-Reality', NASA juga bekerja sama dengan Microsoft untuk hal ini.

Kerja sama antara NASA dan Microsoft tersebut menawarkan masyarakat umum untuk 'tur' menjelajahi Mars bersama astronot Buzz Aldrin pada musim panas ini di wahana bernama 'Destination: Mars', sebuah pameran interaktif menggunakan headset Microsoft HoloLens.

'Mixed-reality' sendiri merupakan teknologi berupa penggabungan dunia maya dengan lingkungan nyata, menciptakan sebuah dunia baru di mana benda nyata dan benda virtual dapat berinteraksi satu sama lain.

Pameran 'Destination: Mars' sayangnya hanya dibuka untuk umum di Kennedy Space Center NASA di Florida, AS. Para pengunjung nantinya akan "mengunjungi" beberapa situs di permukaan Mars, yang panoramanya merupakan panorama asli yang dipotret oleh robot penjelajah Curiosity milik NASA yang telah berhasil mendarat di Planet Merah sejak Agustus 2012.

Sementara itu, Buzz Aldrin, astronot Apollo 11 yang merupakan manusia kedua yang berjalan di Bulan pada tahun 1969, akan bertugas sebagai pemandu wisata hologram bagi para pengunjung. Robot penjelajah Curiosity dan Erisa Hines (ia adalah ilmuwan yang mengendarai Curisoity di Mars dari Bumi) juga akan muncul secara holografik, memandu para pengunjung ke tempat-tempat di Mars di mana para ilmuwan telah membuat penemuan yang menarik dan menjelaskan apa yang telah manusia pelajari tentang Mars..

'Destination: Mars' merupakan adaptasi dari wahana OnSight, instrumen operasi misi robot penjelajah Mars yang dikembangkan oleh Microsoft dan NASA.

"Kami sangat gembira bisa memberikan kesempatan masyarakat untuk melihat Mars dengan menggunakan teknologi termutakhir yang membantu para ilmuwan untuk melihat bagaimana nantinya jika manusia secara nyata benar-benar mendarat di Mars," kata Jeff Norris, manajer proyek 'Destination: Mars' di NASA.

Seperti apa nantinya? Yang pasti akan sangat menarik!

More about → seputar angkasa danTeknologi 'Mixed-Reality' Membawa Planet Mars Ke Bumi-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa danPhoto Menajubkan Prominensa Dan Kromosfer Saat Puncak Gerhana Matahari Total-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Promimensa dan kromosfer pada Matahari saat puncak totalitas Gerhana Matahari 9 Maret 2016. Kredit: M. Rayhan


9 Maret 2016 mungkin akan menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi siapa saja yang mengamati Gerhana Matahari Total saat itu. Sungguh beruntung bagi Anda yang bisa mengamati serta mengabadikannya.

Prominensa sendiri merupakan peristiwa ledakan yang disertai dengan pancaran lidah api. Lidah api yang dipancarkan itu disebut protuberans. Jadi, prominensa dapat dikatakan sebagai ledakan Matahari yang disertai dengan pancaran protuberans.

Ledakan tersebut terjadi di sekitar bintik-bintik Matahari (sunspot). Protubelans dipancarkan ke segala arah. Pancaran tersebut dapat mencapai ketinggian 230.000 km sehingga dapat menembus masuk ke lapisan kromosfer dan korona.

Akibatnya, banyak gas hidrogen pada lapisan tersebut terionisasi menjadi proton dan elektron (partikel bermuatan). Partikel-partikel bermuatan tersebut terpancar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sebagian di antaranya sampai ke atmosfer Bumi dan membentuk aurora indah di kedua kutub planet kita, aurora borealis di Utara dan aurora australis di Selatan.

Menanti Gerhana Matahari Total 2023

Gerhana Matahari total berikutnya di Indonesia baru akan terjadi lagi pada April 2023. Gerhana total juga akan melintasi lagi Indonesia pada 20 April 2042 yang akan melewati Jambi, ada juga gerhana total 24 Agustus 2082 yang melalui Medan di Sumatera Utara, serta 22 Mei 2096 yang melintasi Lampung dan Kalimantan. Sangat langka.

Kagum, haru, terpesona, bercampur aduk. Ketakjuban menyaksikan berubahnya pagi nan terang jadi gelap kembali meski untuk sesaat pada 9 Maret 2016 yang lalu. Mereka jadi saksi atas kuasa alam. Fenomena alam tak selamanya menakutkan seperti gunung meletus, gempa atau tsunami, tetapi ada yang bisa dinikmati dan dikagumi.

Namun, mendung bahkan hujan yang melanda sejumlah lokasi gerhana Matahari total 9 Maret 2016 sempat membuat sebagian pemburu gerhana, baik warga, peneliti, maupun turis minat khusus, kecewa. Terlebih, tak sedikit waktu dan dana dikorbankan.

Apa pun hasilnya, gerhana Matahari total tahun ini jadi perayaan bagi bangsa Indonesia. Jika pada Gerhana Matahari 11 Juni 1983 warga dipaksa mengurung diri di rumah karena ancaman kebutaan, kini warga bebas menyaksikan fenomena alam langka itu.

More about → seputar angkasa danPhoto Menajubkan Prominensa Dan Kromosfer Saat Puncak Gerhana Matahari Total-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa danPeneliti Kaitkan Planet X Dengan Kepunahan Massal Di Bumi-BLOG SEPUTAR ANGKASA



Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh anggota fakultas Departemen Ilmu Matematika di University of Arkansas, kepunahan massal Bumi dapat dikaitkan dengan planet "kesembilan" di tata surya kita sebagai tersangka.

Daniel Whitmire, seorang pensiunan profesor astrofisika sekarang bekerja sebagai instruktur matematika, mempublikasikan temuan ini pada Monthly Notices of the Royal Astronomical Society edisi Januari. Ia mengatakan bahwa planet yang belum ditemukan, yaitu "Planet X" memicu hujan komet dan mengakibatkan kepunahan massal periodik di Bumi pada interval sekitar 27 juta tahun.

Para ilmuwan telah mencari keberadaan Planet X selama lebih dari 100 tahun. Kemungkinan bahwa planet tersebut nyata semakin diperkuat ketika peneliti dari Caltech menyimpulkan keberadaannya berdasarkan anomali orbital pada objek di Sabuk Kuiper, yaitu wilayah berbentuk cakram yang berada di sekitar orbit Neptunus.

Jika para peneliti Caltech ini benar, maka Planet X memiliki massa sekitar 10 kali massa Bumi dan saat ini posisinya bisa sampai 1.000 kali lebih jauh dari matahari.

Whitmire dan rekannya, John Matese, pertama kali menerbitkan penelitian tentang hubungan antara Planet X dan kepunahan massal Bumi di jurnal Nature pada tahun 1985 saat ia bekerja sebagai astrofisikawan di University of Louisiana di Lafayette.

Karya mereka kemudian ditampilkan dalam sampul majalah Time tahun 1985 dengan judul "Did Comets Kill the Dinosaurs? (Apakah Komet Membunuh Dinosaurus) A Bold New Theory About Mass Extinctions."

Pada saat itu ada tiga penjelasan yang diusulkan untuk menjelaskan hujan komet ini: Planet X, keberadaan 'adik' bintang matahari, dan osilasi vertikal matahari karena mengorbit galaksi.

Kemudian dua gagasan terakhir dikesampingkan karena tidak sesuai dengan catatan paleontologi. Hanya Planet X yang tetap dianggap sebagai teori yang layak dan sekarang mereka akan memperbaharui informasi tersebut.

Teori Whitemire dan Matese mengatakan bahwa Planet X mengorbit matahari, kemudian orbitnya berputar miring secara perlahan dan Planet X akan melewati Sabuk Kuiper setiap 27 juta tahun sekali, menekan komet ke bagian dalam tata surya kita.

Komet yang lepas tidak hanya dapat menghancurkan Bumi, tapi akan menghancukan bagian dalam tata surya mengingat posisi mereka lebih dekat dengan matahari, sehingga mengurangi jumlah sinar yang mencapai Bumi.

Whitmire dan Matese menerbitkan perkiraan mereka sendiri pada ukuran dan orbit Planet X dalam penelitian asli mereka. Mereka percaya bahwa Planet X memiliki 5 kali massa Bumi dan 100 kali lebih jauh dari Matahari, nilai yang jauh lebih kecil dari perkiraan para peneliti Caltech.

Whitmire mengatakan, apa yang benar-benar menarik adalah kemungkinan bahwa planet yang jauh mungkin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap evolusi kehidupan di Bumi.

"Saya sudah menjadi bagian dari cerita ini selama 30 tahun," katanya. "Jika ditemukan jawaban akhir dari semua ini dengan senang hati saya akan menulis buku tentangnya."

More about → seputar angkasa danPeneliti Kaitkan Planet X Dengan Kepunahan Massal Di Bumi-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa danBulan Astronomi Global April 2016 "langit adalah milik semua orang. Bukan milik para astronom"-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Logo Bulan Astronomi Global. Kredit: Astronomers Without Borders


Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2010, bulan April telah dicanangkan sebagai Bulan Astronomi Global (Global Astronomi Month atau disingkat GAM) oleh komunitas astronomi internasional yang bernama Astronomers Without Borders (AWB). April didedikasikan sebagai bulan untuk menyebarluaskan astronomi kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatannya, AWB menginginkan agar warga dunia sadar atas posisinya di alam semesta dengan menikmati langit. Slogan mereka, One People One Sky, menunjukkan bahwa langit adalah milik semua orang. Bukan milik para astronom yang meneropongnya dengan berbagai peralatan canggih atau berhitung untuk memecah kerumitan dan kegelapan masa lalu alam semesta kita saja.

Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang program GAM 2016 pada website resmi AWB di sini: gam-awb.org

Website di atas merupakan pusat informasi dari semua kegiatan GAM 2016, ada pula galeri, artikel, dan konten terbaru yang terus diperbarui. Peserta GAM akan menambahkan laporan dan foto mereka terkait acara GAM lokal di daerahnya masing-masing di seluruh dunia.

Ada banyak kegiatan pada GAM 2016, di antaranya AstroPoetry Contest, Kontes Foto Bumi dan Langit Internasional 2016, Globe at Night, Kampanye Pendeteksian Asteroid oleh IASC, Lunar Explorations, Online Messier Marathon, Pekan Malam Gelap Internasional 2016, hingga pengamatan Transit Merkurius.

Semoga kegiatan ini membuka mata masyarakat terhadap indahnya langit dan mendorong mereka untuk mengurangi polusi cahaya. Karena langit adalah milik semua orang, jangan sampai polusi cahaya yang kita buat menghalangi orang lain menikmati keindahannya.

More about → seputar angkasa danBulan Astronomi Global April 2016 "langit adalah milik semua orang. Bukan milik para astronom"-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa danKeindahan aurora borealis di Langit Finlandia-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Cahaya utara di langit Laplandia, Finlandia. Kredit: Alexander Kuznetsov


Cahaya utara atau aurora borealis merupakan sebuah peristiwa langit yang cantik berupa pancaran cahaya yang menyala-nyala di atmosfer sekitar lingkaran Arktik. Momen indah ini berhasil diabadikan oleh Alexander Kuznetsov di provinsi Laplandia, Finlandia.

Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).

Di Bumi kita, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis (?'???? b??i'�l?s/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Romawi, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas.

Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara Maret dan April serta September dan Oktober. Sementara fenomena aurora di kutub Selatan dikenal dengan Aurora Australis, mempunyai sifat-sifat yang serupa. Tapi kadang-kadang aurora australis muncul di puncak gunung di iklim tropis.


Aurora australis di langit Christchurch, Selandia Baru. Kredit: Paul Wilson


Orang-orang zaman dulu sering menganggap fenomena aurora sebagai tanda peperangan atau penyakit yang menakutkan karena pada umumnya aurora berwarna merah. Namun sering kemajuan zaman, peristiwa ini dapat dibuktikan secara ilmiah dan menjadi peristiwa unik tersendiri yang dapat diabadikan.

Penyebab aurora sendiri adalah atom-atom dan molekul dari angin surya yang bersatu dan bertumpuk di udara. Ketika membentur ionosfer, partikel tersebut terhisap oleh medan magnet Bumi di sekitar kutub utara dan selatan. Aurora akan terlihat pada malam hari dan cahayanya terlihat "turun." Lalu akan muncul pita-pita cahaya yang melengkung di atasnya, sehingga memunculkan cahaya yang terang benderang.

Karena aurora merupakan peristiwa yang terjadi akibat interaksi antara medan magnet Bumi dengan angin surya, maka aurora hanya terjadi di sekitar kutub Bumi saja. Untuk wilayah ekuator, aurora jarang bahkan tidak pernah muncul. Termasuk di Indonesia.

More about → seputar angkasa danKeindahan aurora borealis di Langit Finlandia-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Inilah Penjelasan Mengapa Bisa Terjadi Hujan Meteor Satu Bulan Penuh Pada 21 April-20 Mei 2016-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Hujan Meteor


Hujan meteor merupakan peristiwa melesatnya meteor di langit, namun karena jumlahnya banyak maka di sebut hujan meteor, dalam bahasa Inggris disebut meteor shower. Belakangan tersebar informasi hujan meteor Eta Aquarid bakal terjadi selama sebulan penuh. Benarkah? Dan apakah berbahaya?

Sebenarnya, hujan meteor merupakan peristiwa periodik, yakni peristiwa yang berulang tiap tahun. Dengan kata lain, tahun lalu juga ada hujan meteor Eta Aquarid, bahkan tahun di mana Anda dilahirkan mungkin juga sudah ada hujan meteor Eta Aquarid. Jadi, masih merasa ini peristiwa spesial? Kalau kami, tentu masih!

Setidaknya, setiap tahun ada 11 peristiwa hujan meteor yang berbeda, yang terlihat dari Januari hingga Desember.

Hujan meteor Eta Aquariid merupakan satu dari dua hujan meteor yang diketahui berulang setiap tahunnya sebagai akibat dari perjalanan Bumi yang melintasi debu komet Halley. Hujan meteor lainnya yang juga terjadi ketika Bumi melintasi komet Halley adalah hujan meteor Orionid yang terjadi setiap bulan Oktober.

Hujan meteor Eta Aquarid berlangsung dari tanggal 21 April hingga 20 Mei tiap tahunnya dan akan tampak muncul dari arah bintang Eta Aquarid di rasi bintang Aquarius. Hujan meteor Eta Aquarid bisa dinikmati oleh masyarakat di Indonesia menjelang fajar karena titik radian meteor tersebut baru terbit jam 02:30 WIB dini hari. Jadi pengamat berkesempatan untuk menikmati Eta Aquarid sebelum fajar menyinsing.

Walaupun betitik radian di bintang Eta Aquarid di rasi bintang Aquarius, Anda tidak perlu terus-terusan mengamati titik radian tersebut. Sebab menurut pengamatan kami tahun lalu (dan pada setiap hujan meteor lain), kemunculan meteor-meteor bisa datang dari segala penjuru langit.

Seperti dikatakan di atas, hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi satu bulan lebih lamanya. Namun, puncak aktivitas hujan meteor Eta Aquarid hanya berlangsung pada tanggal 5 Mei. Pada malam puncak, hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan akan mencapai intensitas 70 meteor per jam (berkisar antara 40�85 meteor per jam). Intensitas saat bukan malam puncak akan menurun, mungkin hanya 5-10 meteor per jam.

Tempat terbaik untuk bisa menikmati hujan meteor Eta Aquarid adalah lokasi yang terbuka seperti di lapangan, pegunungan atau di lantai dua rumah. Selain itu juga lokasi tersebut haruslah gelap (lebih tepatnya benar-benar gelap) dan tidak ada polusi cahaya sama sekali. Hal tersebut sangat berpengaruh pada kenampakan meteor.

Anda tidak membutuhkan alat bantu pengamatan seperti binokuler ataupun teleskop, sebab pergerakan meteor yang begitu cepat justru akan merepotkan jika diamati dengan alat-alat tersebut. Cukup berbaring sambil mengamati langit malam, jauhkan diri Anda dari gadget, dan mulailah adaptasi mata dengan langit minimal 30 menit untuk mendapatkan meteor pertama Anda.

Peristiwa hujan meteor Eta Aquarid tidak berbahaya. Ini karena meteor yang melintas hanya seukuran batu kerikil sehingga akan terbakar habis di atmosfer sebelum mencium permukaan Bumi.

More about → Inilah Penjelasan Mengapa Bisa Terjadi Hujan Meteor Satu Bulan Penuh Pada 21 April-20 Mei 2016-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Menelusuri Jejak Planet Ke Sembilan Di Tepi Tata Surya-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Ilustrasi Planet Ke Sembilan dan Matahari di kejauhan. Kredit: ESO/Tomruen/nagualdesign


Planet ke Sembilan adalah planet Bumi-super hipotetik yang ditemukan oleh Konstantin Batygin dan Mike Brown. Diduga lokasinya di tepi Tata Surya, di area Sabuk Kuiper dan keberadaannya memberi pengaruh yang besar pada benda-benda kecil di sekitarnya. 

Belum ada bukti pengamatan apapun untuk membuktikan kehadiran planet Sembilan di Tata Surya. Tapi, semenjak Konstantin Batygin dan Mike Brown mengumumkan bukti keberadaan obyek Bumi super di tepi Tata Surya, para astronom mulai melakukan telaah untuk mencari tahu dan menganalisa lebih jauh keberadaan planet Sembilan.

Dari pengamatan, planet Sembilan memang belum ditemukan. Bahkan saat diumumkan keberadaannya, Konstantin Batygin dan Mike Brown masih belum bisa memberikan gambaran lokasi planet ini di Tata Surya.

Hasil pengamatan benda di Sabuk Kuiper memperlihatkan kemiripan pada orbit Sedna, 2012 VP 113, 2004 VN112, 2007 TG422, 2010 GB174, dan 2013 RF98. Ke-6 obyek ini mengelompok pada area yang sama dengan kemiringan orbit yang hampir sama. Bisa saja ini hanya kebetulan.

Akan tetapi, jawaban lain bisa menjadi kemungkinan menarik. Kehadiran planet masif tak dikenal di tepi Tata Surya. Planet masif itulah yang menyebabkan keenam benda Sabuk Kuiper tersebut berkelompok. Dengan kata lain, planet masif yang kemudian diberi nama planet Sembilan itu mempengaruhi orbit dan menggembalakan ke-6 obyek tersebut.

Untuk bisa menjadi planet penggembala, planet yang dinamai planet Sembilan tersebut bukanlah benda yang kecil. Berdasarkan perhitungan dan simulasi, planet Sembilan dikategorikan sebagai planet Bumi-super yang ukurannya empat kali Bumi dan massanya 10 massa Bumi. Planet Sembilan juga memiliki orbit yang sangat lonjong sehingga butuh waktu 10000 � 20000 tahun untuk bisa menyelesaikan satu putaran orbitnya untuk mengelilingi Matahari.

Menjejaki Planet Ke Sembilan Lewat Pengamatan

Seandainya planet ini benar ada, gaya gravitasinya akan mempengaruhi benda-benda kecil di area tersebut. Bukti pertama adalah ke-6 benda di KBO yang mengelompok. Akan tetapi perlu bukti lain yang lebih banyak untuk bisa menyatakan kalau benda-benda kecil di area Sabuk Kuiper tersebut memang memiliki planet penggembala.

Dan tampaknya bukti pertama itu akhirnya ditemukan. Sebuah benda kecil di Sabuk Kuiper ditemukan dalam pengamatan Outer Solar System Origins Survey (OSSOS) dengan Teleskop Canada-France-Hawaii. Obyek yang baru ditemukan ini dinamai, uo3L91.

Penemuan uo3L91 menempatkan benda kecil ini sebagai obyek ke-7 yang sepertinya memiliki anomali yang mirip dengan Sedna maupun Biden.  Orbit uo3L91 memperlihatkan gerak yang mirip gerak katapel, dimana benda ini seperti dilontarkan ke jarak terjauh di tata Surya dan kemudian kembali lagi. KBO ketujuh ini tampaknya didorong oleh sebuah planet besar yang berada pada  jarak 200 dan 1200 AU.  Jarak dimana planet Sembilan seharusnya ada.


Simulasi orbit uo3L91, obyek ketujuh yang memiliki kemiripan dengan 6 planet yang digembalai planet Sembilan. Kredit: OSSOS via Mike Brown.


Simulasi orbit yang dihasilkan memperlihatkan kemiripan orbit uo3L91 dengan keenam KBO yang mengelompok tersebut. Dalam simulasi, uo3L91 mengembara jauh ke bagian luar Tata Surya tapi setelah mencapai titik terjauhnya, ia akan kembali mendekati Matahari dengan perihelion yang juga mengelompok bersama Sedna dan lima obyek KBO lainnya.  Kehadiran uo3L91 menaikkan kemungkinan keberadaan planet Sembilan dari 0,007% menjadi 0,001%.

Selain kehadiran obyek uo3L91, ada tim astronom lain dari Observatorium C�te d�Azur di Perancis yang juga menghadirkan bukti lain keberadaan planet Sembilan. Bukti ini berupa gangguan kecil pada orbit wahana Cassini yang sedang mengorbit Saturnus. Dan menurut Agn�s Fienga, sang ketua tim, gangguan pada orbit Cassini tersebut disebabkan oleh sebuah planet baru.

Mengapa demikian? Saat Agn�s dan timnya meneliti gangguan kecil pada orbit Cassini, pemodelan dengan 8 planet, 200 asteroid, dan 5 planet katai yang paling masif di Tata Surya masih belum bisa memberi jawaban tentang gangguan orbit tersebut. Maka, mereka menyertakan juga planet Sembilan dalam pemodelan tersebut. Hasilnya, gangguan pada orbit Cassini dapat dijelaskan. Artinya, kehadiran planet Sembilan yang cukup besar tersebut yang memberi pengaruh gangguan gravitasi pada orbit Cassini.

Selain belum ditemukan, saat planet Sembilan dinyatakan keberadaannya secara hipotetik, Batygin dan Brown juga belum bisa memastikan dimana planet ini berada. Di balik kegelapan area terluar Tata Surya, Planet Sembilan bisa berada dimana saja. Tapi, untuk bisa mempengaruhin orbit Cassini, planet Sembilan diprediksi berada pada jarak 600 AU. Dan kabar baik lainnya, pengamatan dari langit selatan bisa menemukan planet ini, karena tampaknya ia berada di arah rasi Cetus di langit selatan.

Lagi-lagi berita baik. Jika demikian, maka bisa saja program Survei Energi Gelap untuk mempelajari percepatan alam semesta yang dilakukan dari Bumi belahan selatan akan melihat planet ini  Meskipun Survei Energi Gelap tidak dirancang untuk menemukan obyek keplanetan, tapi ada satu obyek es yang sudah berhasil ditemukan lewat program ini. Jadi kemungkinan untuk menemukan obyek lain atau dalam hal ini Planet Sembilan masih terbuka.

Cara lain untuk bisa menemukan planet Sembilan adalah dari deteksi pemanasan internal oleh instrumen yang mempelajari radiasi latar belakang. Tak hanya itu, data berbagai percobaan dan pengamatan selama bertahun-tahun bisa juga memiliki petunjuk tentang keberadaan planet Sembilan.

Studi Dinamika Planet Ke Sembilan

Sembari menanti bukti pengamatan planet Sembilan, tinjauan dinamika planet juga harus dilakukan untuk mengetahui pengaruh keberadaan planet ini di Tata Surya. Juga untuk mengetahui apakah planet Sembilan memang bisa bertahan di Tata Surya atau tidak.

Tinjauan dinamika planet yang dilakukan Renu Malhotra, Kat Volk dan Xianyu Wang memperlihatkan kalau keberadaan planet Sembilan di Tata Surya justru akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam membentuk orbit obyek Sabuk Kuiper yang jaraknya sangat jauh.

Planet Sembilan adalah tersangka utama pengelompokan 6 obyek Sabuk Kuiper yakni Sedna, 2010 GB174, 2004 VN112, 2012 VP113, dan 2013 GP136. Keenam obyek tersebut memiliki orbit yang sangat lonjong. Akibatnya, dalam perjalanan mereka mengelilingi Matahari, ada kemungkinan terjadi papasan dengan planet Sembilan.

Papasan dekat dengan benda yang masif tentu akan memberi pengaruh pada kedua benda yang berpapasan bergantung pada massanya. Tapi, pengaruh itu bisa mengganggu maupun mengubah orbit, menarik benda yang lebih kecil untuk bergabung dengan yang lebih besar atau bahkan melontarkan benda yang lebih kecil ke luar dari Tata Surya.

Semakin jauh dari Matahari, pengaruh gaya tarik Matahari akan semakin lemah. Dan demikian juga yang terjadi pada keenam benda Sabuk Kuiper ini. Lokasinya yang sangat jauh dari Matahari menyebabkan ikatan mereka dengan bintang induknya pun semakin lemah. Artinya jika ada gangguan yang signifikan, benda-benda ini bisa lepas dari Tata Surya.

Jadi, jika ada planet jauh yang belum ditemukan dan berada di area terluar Tata Surya dengan massa yang cukup besar tentunya planet tersebut akan memberi pengaruh yang cukup besar bagi benda-benda kecil di area sekitarnya.  Tapi, fakta yang kita punya saat ini, benda-benda kecil di Sabuk Kuiper itu masih ada di Tata Surya. Artinya benda-benda kecil tersebut hanya berpapasan beberapa kali dengan planet Sembilan atau justru mereka terlindungi oleh resonansi orbit yang terbentuk dengan planet masif tersebut.

Resonansi orbit adalah fenomena gravitasi dimana dua benda yang mengitari satu benda yang sama memiliki pola tertentu. Dengan pola inilah Pluto bisa tetap berada di Tata Surya meskipun saat mengitari Matahari, ada kalanya Pluto melintasi orbit Neptunus. Setiap kali Pluto menyelesaikan dua kali orbitnya mengelilingi Matahari, Neptunus sudah menyelesaikan 3 kali pergerakannya mengelilingi sang Surya. Dengan demikian, Neptunus dan Pluto tidak pernah berpapasan sangat dekat satu sama lainnya, sehingga Pluto pun tak pernah ditendang ke luar dari Tata Surya.

Seandainya planet Sembilan ada di Tata Surya, maka benda-benda Sabuk Kuiper di sekitarnya harus memiliki resonansi orbit dengan planet masif tersebut. Hasil analisa dinamika keenam obyek yang berkelompok karena keberadaan planet Sembilan memperlihatkan kalau resonansi orbit memang mungkin terjadi. Sedna memiliki resonansi orbit 3:2 dengan planet Sembilan. Artinya saat Sedna menyelesaikan 3 kali orbitnya mengelilingi Matahari, planet Sembilan akan menyelesaikan 2 kali putaran pada Matahari. Untuk 5 obyek lainnya, resonansi orbitnya beragam.

Obyek 2010 GB174 memiliki resonansi orbit 5:2. Jadi ketika planet Sembilan menyelesaikan 2 kali perjalanan mengelilingi Matahari,  2010 GB174 sudah 5 kali mengelilingi Matahari.  Untuk 2994 VN112 resonansi orbitnya 3:1 sedangkan 2004 VP113 memiliki resonansi 4:1; dan 2013 GP136 sudah 9 kali mengelilingi Matahari saat Planet Sembilan menyelesaikan 1 putaran orbitnya.

Supaya benda-benda kecil ini tetap stabil di Tata Surya, maka planet hipotetik tersebut harus memiliki massa minimal 10 massa Matahari, dengan kemiringan bidang orbit 18� atau 48�.  Jika sudut kemiringannya 18�, maka kelonjongan orbit planet Sembilan kurang dari 0,18 atau hampir lingkaran. Tapi, jika kemiringan orbitnya 48�, orbitnya akan lebih lonjong.

Asal Usul Planet Ke Sembilan

Pertanyaan lain yang menarik untuk dikaji adalah, dari mana asal muasal planet Sembilan. Dugaan paling kuat, planet Sembilan merupakan planet Bumi-super yang terlontar ke area tepi Tata Surya saat proses migrasi planet-planet raksasa. Diduga penyebab utama terlontarnya planet Bumi-super adalah ketitka berpapasan dengan Jupiter saat planet gas raksasa ini sedang migrasi ke lokasinya sekarang.

Teori lain menyebutkan kalau planet Bumi-super tak dikenal ini merupakan hasil tangkapan Matahari atau sebuah exoplanet yang terperangkap dalam gravitasi Matahari saat berpapasan dengan bintang lain.

Mungkin? tentu saja.

Matahari terbentuk dalam gugusan bintang yang di dalamnya terdapat 1000 sampai 10000 bintang. Dalam gugus yang sedemikian padat, Matahari akan mengalami papasan dekat dengan bintang lain dan pertukaran planet atau penangkapan planet oleh Matahari atau bintang lainnya dari waktu ke waktu sangat mungkin terjadi.

Dalam simulasi yang dibuat oleh Alexander Mustill dari Observatorium Lund Observatory di Swedia, Mtahari memiliki kemungkinan 50% untuk menangkap planet dari papasan dekat dengan sistem keplanetan lain yang memiliki orbit yang lebar. Tapi kemungkinannya semakin rendah karena planet yang ditangkap harus memiliki ukuran persis seperti planet Sembilan. Dan kemungkinan kejadian seperti itu hanya 0,1 � 0,2 %.

Meskipun kemungkinannya kecil, akan tetapi jika dibandingkan dengan kemungkinan keberadaan planet Sembilan yang hanya 0,001% maka kemungkinan planet Smebilan merupakan exoplanet yang terperangkap dalam gravitasi Matahari masih mungkin untuk ditemukan.

Dan para astronom pun masih terus mencari keberadaan Planet Sembilan lewat pengamatan.  Untuk itu, Mike Brown dan Konstantin Batygin sudah mengantongi penggunaan waktu pengamatan dengan teleskop Subaru di Hawaii.


More about → Menelusuri Jejak Planet Ke Sembilan Di Tepi Tata Surya-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Teleskop Antariksa Kepler Milik NASA Dalam Mode Darurat-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Teleskop Antariksa Kepler Yang Ditempatkan 120 juta Km Diatas Permukaan Bumi


Baru-baru ini, teleskop antariksa Kepler milik NASA masuk mode darurat. Kontrol misi di Bumi sedang mencoba untuk mendiagnosa masalah yang terjadi terhadap teleskop antariksa tersebut.

Mengelilingi Matahari di luar orbit Bumi Bumi, teleskop antariksa Kepler merupakan misi Lembaga Antariksa AS (NASA) dalam mencari planet ekstrasurya yang mengorbit bintang selain Matahari. NASA menyatakan, Kepler saat ini dalam mode darurat sejak Kamis, 7 April 2016.

Status darurat tersebut aktif setelah NASA mengubah arah pandang Kepler ke bagian tengah atau pusat galaksi Bima Sakti yang merupakan area observasi baru. Status darurat memaksa NASA untuk mengembalikan Kepler agar kembali ke arah pandang semula melalui sistem telekomunikasi luar angkasanya.

Status darurat untuk Kepler secara otomatis akan mengaktifkan mode darurat yang dimiliki oleh teleskop antariksa tersebut. Masalahnya, mode darurat akan mengkonsumsi bahan bakar dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Itulah mengapa NASA ingin secepatnya Kepler kembali ke arah pandangnya semula.

Sayangnya, komunikasi dengan Kepler tidak mudah karena jarak relatif jauh. Hal tersebut membuat NASA memerlukan waktu 13 menit agar perintahnya bisa diterima oleh Kepler.

Kondisi darurat seperti ini tercatat merupakan masalah serius kedua yang melanda Kepler. Masalah serupa sebelumnya terjadi pada pertengahan Mei 2013. Tiga tahun lalu, Kepler mengalami malfungsi serius. Namun, kerusakan itu cepat bisa diatasi. Kerusakan pada Mei 2013 merupakan masalah lanjutan dari Juli tahun sebelumnya. Pada 2012, reaksi empat roda atau kaki Kepler rusak.

Teleskop antariksa Kepler sejatinya sudah menyelesaikan misinya pada 2012, usai sukses menemukan seribu planet di luar Tata Surya. Salah satu temuan penting Kepler yaitu planet mirip Bumi yang pernah ditemukan dalam catatan sejarah, Kepler 452b atau disebut Bumi 2.0. Planet ini berjarak 1.400 tahun cahaya dari Bumi.

Meski misi sudah pensiun, NASA terus memakai Kepler. Pada bulan lalu, badan antariksa itu mengumumkan perpanjangan misi Kepler, yang disebut K2, telah berjalan sukses menjalankan misi selama 6 tahun nyaris tanpa masalah.


More about → Teleskop Antariksa Kepler Milik NASA Dalam Mode Darurat-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Inilah Penjelasan Mengapa Matahari Bisa Menyala Di Ruang Hampa Udara-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Matahari. Kredit: Wikimedia Commons


Pernahkah Anda bertanya, bagaimana Matahari dapat menyala panas di ruang hampa udara? Bukankah di luar angkasa tidak ada oksigen untuk menyalakan api? Tapi sepertinya pertanyaan tersebut keliru, Matahari itu bukan gumpalan api besar seperti api di Bumi.

Mungkin agak sulit bagi kita untuk memahaminya. Akan tetapi bila kita menatap kepada bintang�bintang yang bercahaya gemerlapan di malam hari, maka pada hakekatnya bintang�bintang itu tidak beda dengan Matahari kita, yaitu yang nampak bersinar terang pada siang hari itu. Mengapa? Karena pada dasarnya kita sedang menghayati dua benda yang sama.

Matahari sebenarnya adalah sebuah bintang juga. Menurut kenyataannya, ia memang merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi kita. Seperti yang kita ketahui, kehidupan manusia di Bumi ini tergantung pada Matahari. Tanpa adanya panas yang dipancarkan oleh sinar Matahari itu, maka kehidupan di atas Bumi tida mungkin bisa berkembang. Tanpa sinar Matahari, tidak mungkin ada tumbuhan hijau, tidak mungkin binatang�binatang bisa hidup. Sama halnya dengan manusia.

Walaupun begitu, Matahari itu berada 150 juta kilometer (1 SA) jauhnya dari Bumi kita ini. Volume Matahari berjumlah kira�kira 1.300.000 kali volume Bumi kita ini. Satu hal yang menarik pada Matahari ini ialah bahwa bentuknya itu tidaklah padat seperti Bumi kita.

Bagaimana caranya kita bisa mengetahui hal tersebut? Begini... Suhu pada permukaan Matahari itu berkisar sekitar 5.500 derajat Celcius. Kekuatan panas ini cukup tinggi untuk membakar lebur logam atau batu�batuan apapun berubah menjadi gas. Jadi Matahari itu sebenarnya adalah sebuah bola yang terdiri dari gas yang terik.

Para astronom zaman dahulu berpendapat, bahwa alasannya mengapa Matahari itu memencarkan sinar, atau mengeluarkan cahaya dan panas, adalah karena Matahari itu sedang menyala. Tetapi, sehingga tidak mungkin bagi suatu benda bisa bertahan menyala begitu lamanya.

Sekarang ini para astronom berkeyakinan bahwa panas yang dipancarkan oleh Matahari itu adalah merupakan akibat dari suatu proses yang sama halnya seperti yang terjadi pada sebuah bom atom. Yakni Matahari itu merubah zat menjadi sumber tenaga.

Hal ini berbeda dengan proses pembakaran. Pembakaran merubah satu zat menjadi bentuk zat yang lain. Tetapi bila zat itu diubah menjadi sumber tenaga maka hanya diperlukan sedikit sekali zat untuk menghasilkan satu jumlah tenaga yang besar. Satu ons zat itu dapat menghasilkan sejumlah tenaga yang bisa meleburkan lebih dari sejuta ton batu�batuan.

Jadi, bila pendapat para astronom itu benar, maka Matahari itu tetap bersinar terang karena ia senantiasa merubah zat menjadi sumber tenaga. Sedangkan, hanya satu persen saja dari bola Matahari itu sudah cukup bisa menghasilkan sumber tenaga untuk tetap bertahan panas selama 150 ribu juta tahun lamanya. 

Intinya Matahari itu bukan gumpalan api besar seperti api di Bumi. Cahaya dan panas dari Matahari itu berasal dari reaksi fusi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium. Dari reaksi itulah terjadi panas dengan temperatur yang sangat tinggi.

Matahari tidak membutuhkan oksigen untuk dapat menghasilkan panas, sehingga Matahari tidak terbakar. Panas yang dihasilkan oleh Matahari bukan berasal dari reaksi oksidasi, melainkan reaksi fusi. Reaksi fusi adalah proses penggabungan dua atom yang "ringan" menjadi sebuah atom yang lebih "berat". Bahan utama penyusun Matahari adalah hidrogen. Atom hidrogen adalah atom yang "ringan".

Tubuh Matahari mengandung tekanan yang luar biasa tinggi sehingga tekanan ini memaksa dua atom hidrogen bergabung (fusi) untuk membentuk atom helium yang lebih "berat" daripada atom hidrogen. Akan tetapi, dalam proses fusi ini, tidak semua partikel atom hidrogen terpakai untuk membentuk atom helium. Sebagian dari partikel atom hidrogen lepas menjadi energi atau sumber tenaga.

Sangat jauh berbeda bukan dengan proses menyalakan api yang ada di Bumi merupakan reaksi kimiawi dengan bantuan oksigen sebagai oksidatornya? Tapi bagaimana panas Matahari bisa sampai ke Bumi?

Mungkin Anda masih ingat pelajaran kelas 7 SMP, yakni tentang perpindahan kalor. Dan ada tiga cara perpindahan kalor yang kita pelajari saat itu, yang pertama konduksi (hantaran), kedua konveksi (aliran), dan
ketiga radiasi (pancaran). Bagaimanakah energi kalor Matahari dapat sampai ke Bumi? Telah kita ketahui bahwa antara Matahari dengan Bumi berupa ruang hampa udara, sehingga kalor dari Matahari sampai ke Bumi tanpa melalui zat perantara.

Perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara atau medium ini disebut radiasi. Contoh perpindahan kalor secara radiasi, misalnya pada waktu kita mengadakan kegiatan perkemahan, di malam hari yang dingin sering menyalakan api unggun.

Saat kita berada di dekat api unggun badan kita terasa hangat karena adanya perpindahan kalor dari api unggun ke tubuh kita secara radiasi. Walaupun di sekitar kita terdapat udara yang dapat memindahkan kalor secara konveksi, tetapi udara merupakan penghantar kalor yang buruk (isolator).

Dalam peristiwa radiasi, kalor berpindah dalam bentuk cahaya, karena cahaya dapat merambat dalam ruang hampa udara, maka kalor dari Matahari pun dapat merambat dalam ruang hampa sehingga bisa menghangatkan Bumi kita.

More about → seputar angkasa dan Inilah Penjelasan Mengapa Matahari Bisa Menyala Di Ruang Hampa Udara-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Bigelow Aerospace dan ULA Akan Bangun Hotel Luar Angkasa Dan Akan Di Luncurkan Tahun 2020-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Ilustrasi hotel luar angkasa. Kredit: Bigelow Aerospace


Kalimat "space hotel" mungkin memunculkan kenangan pada film fiksi ilmiah masa lalu seperti "2001:. A Space Odyssey". Namun, Bigelow Aeropace dan United Launch Alliance (ULA) siap mewujudkan sebuah hotel yang bakal dibuka dan beroperasi di luar angkasa secara komersial.

Bigelow Aerospace dan ULA telah mengumumkan proposal untuk meluncurkan tempat tinggal pribadi di luar angkasa yang memiliki fasilitas lengkap mulai tahun 2020. Disebut B330, modul hotel ini akan berukuran 330 meter kubik, dan akan digunakan untuk penelitian gravitasi nol termasuk misi ilmiah dan proses manufaktur.

Mereka akan menggunakan teknologi modul tiup yang saat ini telah dipasang oleh Bigelow Aerospace sebagai modul tambahan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang bernama Expandable Bigelow Advanced Station Enhancement (XBASE).

Nantinya, selain B330 akan menjadi keperluan industri dan ilmiah, Bigelow Aerospace mengatakan hotel luar angkasa ini juga memiliki potensi sebagai tujuan wisata dan rekreasi antariksa, juga untuk misi mengirim manusia ke Bulan maupun planet Mars.

Bigelow Aerospace dan ULA memiliki mimpi untuk meluncurkan beberapa B330 dan menggabungkan seluruhnya di orbit, menciptakan sebuah stasiun luar angkasa swasta yang baru dan terbuka bagi perusahaan maupun turis antariksa untuk mengunjunginya.

Rencana untuk tahun 2020 adalah, ULA akan meluncurkan satu modul pertama dari B330 dentgan roket Atlas V, meskipun ada dua modul B330 yang telah siap saat itu. Tapi jelas ini hanya awal. Jika banyak pelanggan Bumi bersedia untuk menginap di hotel luar angkasa, Bigelow Aerospace dan ULA mungkin akan benar-benar membuat stasiun luar angkasa tandingan ISS.

More about → seputar angkasa dan Bigelow Aerospace dan ULA Akan Bangun Hotel Luar Angkasa Dan Akan Di Luncurkan Tahun 2020-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Bumi Yang Kita Tempati Ini Adalah Kerikil Di Alam Semesta-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Bumi


Kenapa repot-repot mencari planet lain? Kenapa tidak merawat Bumi?". Hari Bumi ini bisa saja menjadi momentum, tapi bisakah kita bersama-sama merawat Bumi? Bukankah kita terlalu malas untuk mengikuti Earth Hour kemarin padahal sekadar mematikan lampu?

Hari Bumi sendiri merupakan salah satu kampanye global terbesar di dunia, di samping Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Air Sedunia, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif manusia Bumi akan kelestarian lingkungan hidup.

Pada peringatan Hari Bumi ke-46 tahun 2016 ini, fokus utama yang kemudian dijadikan tema peringatan adalah Trees for The Earth; Pohon untuk Bumi. Tema ini mengajak semua orang di muka Bumi untuk menanam pohon.

Disadari atau tidak, Bumi kita terus kehilangan pohon. Diperkirakan lebih dari 15 miliar pohon di Bumi ditebang setiap tahunnya. Laju kehilangan pohon ini setara dengan luas 48 lapangan sepak bola setiap menitnya.

Padahal pohon memiliki manfaat yang besar bagi Bumi dan kehidupan di atas Bumi, termasuk bagi manusia. Pohon mampu menjadi pembersih udara yang menyerap CO2 dari atmosfer dan menggantikannya dengan oksigen yang kita hirup setiap saat. Pohon juga mampu menyerap berbagi gas polutan seperti nitrogen oksida, amonia, sulfur dioksida dan ozon, serta partikulat lainnya.

Dalam setahun dibutuhkan sedikitnya 96 pohon untuk dapat membersihkan CO2 yang dihasilkan oleh satu orang. Sehingga dengan melakukan penanaman sebatang pohon, akan menjadi sebuah sumbangan yang besar bagi Bumi dan lingkungan hidup. Apalagi dengan ditambah membiasakan berbagai perilaku yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin mematikan lampu dan barang elektronik untuk merawat Bumi sangat sulit kita lakukan, namun bagaimana dengan menanam pohon? Kita bisa lakukan dengan menanamnya di halaman rumah, setidaknya satu rumah memiliki satu pohon.

Marilah kita semua tingkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan lingkungan di Bumi, lakukanlah gerakan nyata, sebuah kontribusi nyata untuk merawat Bumi kita, bukan hanya sekadar teriak atau ucapan di media sosial berupa: Jaga Bumi Kita. Basi sekali.

Sekali lagi, selamat Hari Bumi 2016, tak perlu selebrasi atau perayaan, Bumi hanya butuh kesadaran kita. Jangan ragu untuk ikut ambil bagian dalam aksi kecil yang akan berdampak besar bagi kelangsungan kehidupan di muka Bumi. There's no emergency planet.



More about → seputar angkasa dan Bumi Yang Kita Tempati Ini Adalah Kerikil Di Alam Semesta-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Inilah Yang Di Lakukan Astronot Wanita Untuk Mengatasi Haid Di Luar Angkasa-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Yelena Serova Astronot cantik asal Rusia


Para wanita di Bumi mungkin berfikir akan susah menjadi astronot jangka panjang di ISS karena mereka memiliki tamu bulanan.

Di atas sana, menjaga kebersihan pribadi pada umumnya tidak mudah, karena air yang tersedia untuk mencuci sangat terbatas.

Lalu ada masalah pipa: Sistem daur ulang air di ISS yang digunakan untuk mendaur ulang air dari urin - tidak dirancang dengan kemungkinan akan ada darah haid dalam bercampur dalam itu.

Jadi bagaimana para wanita mengatasinya?

Sebelum ada astronot wanita yang pergi ke luar angkasa dan mengalami menstruasi di sana, muncul spekulasi mengenai hal itu. Ada kekhawatiran darah haid bisa mengalir "mundur" akibat nol gravitasi. "Dan (darah) akan keluar di perut, menyebabkan peritonitis, dan hal-hal buruk akan terjadi," astronot Amerika, Margaret Rhea Seddo berspekulasi.

Namun teka-teki itu terjawab setelah seorang astronot wanita mengalami menstruasi pertama di luar angkasa. Ternyata kondisinya tak berbeda dengan ketika berada di Bumi.

Bisa dibayangkan bagaimana wanita memerlukan tampon/pembalut dengan tali yang mengeratkannya sehingga ia tidak melayang-layang. Hal ini tentu akan menjadi sangat memalukan bagi astronot wanita jika ia bekerja dengan �saus tomat� berceceran di udara. Atau yang lebih buruk, astronot wanita tak akan bisa berfungsi sama sekali ketika sedang mengalami menstruasi.

Dari pada membawa tampon dan karena sistim air di ISS sangat terbatas, para ilmuwan NASA lebih memilih untuk memberikan pil atau kontrasepsi pada astronot wanita. Dengan begitu, mereka tidak akan mengalami menstruasi sama sekali selama berada di angkasa.  

Masalahnya, obat ini tentu memiliki efek samping meski tidak besar. Sebagian besar wanita juga memilih untuk tetap mengalami menstruasi setiap bulan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa mereka �normal� dan �tidak hamil�.

Pil ini memiliki efek samping mengakibatkan gumpalan darah di kaki dan paru-paru dan menjadi kekhawatiran tapi penelitian tidak menemukan perbedaan dalam risiko kesehatan bagi perempuan minum pil terus menerus dibandingkan dengan mengambil selama tiga minggu pada suatu waktu.

Dikatakan juga, seorang wanita yang menghabiskan tiga tahun di ruang angkasa, misalnya untuk pergi ke Mars dan kembali, akan membutuhkan sekitar 1.100 pil, tetapi membuat bobot misi lebih ringan dibanding membawa tampon 1 kontainer. Hingga saat ini, belum banyak diketahui aspek psikologi bagi wanita yang bisa digunakan untuk mengatasi hal ini.

More about → seputar angkasa dan Inilah Yang Di Lakukan Astronot Wanita Untuk Mengatasi Haid Di Luar Angkasa-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Wahana NASA, Cassini Rekam Suara Mengerikan Dari Cincin Planet Saturnus-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Planet Saturnus. Kredit : NASA


Pesawat luar angkasa NASA, Cassini merekam suara mengerikan yang diperkirakan berasal dari cincin planet Saturnus. Suara ini bukan sebuah hoax, melainkan rilis resmi dari NASA. Suara ini dihasilkan oleh sesuatu yang disebut dengan Saturn kilometric radiation yang dihasilkan bersamaan dengan aurora Saturnus.

Radio Cassini dan Plasma Wave Science (RPWS) mengambil frekuensi gelombang dengan resolusi tinggi yang memungkinkan untuk mengkonversi gelombang radio tersebut ke dalam rekaman audio dengan menggeser rentang frekuensinya seperti halnya pada radio yang kita miliki yaitu dari gelombang radio diterjemahkan menjadi suara.

Berikut ini adalah suara dari cincin Saturnus yang diambil oleh pesawat luar angkasa Cassini: 




More about → seputar angkasa dan Wahana NASA, Cassini Rekam Suara Mengerikan Dari Cincin Planet Saturnus-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Mampukah Ilmuwan Menciptakan Pesawat Luar Angkasa Yang Melebihi Kecepatan Cahaya?-BLOG SEPUTAR ANGKASA

"Captain on the bridge!" USS Enterprise sedang melaju dalam kecepatan warp. Kredit: 20TH Century Fox


Warp atau dikenal juga sebagai hyperscpae adalah sebuah kemampuan untuk melakukan perjalanan pada kecepatan yang lebih cepat daripada cahaya. Anda yang penggemar film Star Trek atau Star Wars mungkin tak asing dengan hal ini. Tapi akankah pesawat semacam USS Enterprise atau Millenium Falcon diciptakan?

"Jika Kapten Kirk hanya bisa bergerak dengan kecepatan roket tercepat yang manusia miliki saat ini, ia akan butuh ratusan ribu tahun lamanya hanya untuk mencapai ke sistem bintang terdekat," kata Seth Shostak, astronom dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute di Mountain View, California. "Film fiksi ilmiah telah lama mempolsutatsikan cara untuk mengalahkan kecepatan cahaya sehingga cerita dapat bergerak sedikit lebih cepat."

Namun dalam kenyataannya, konsep kecepatan warp ini cukup rumit," kata Shostak. Konsep perjalanan dengan kecepatan warp selain dikenal sebagai hyperspace juga dikenal sebagai hyperdrive dan subspace. Namun kelangkaan penelitian dan pembahasan ilmiah tentang metode transportasi ini membuatnya lebih sering dianggap sebagai fiksi ilmiah belaka.

Dimensi Lain

Fisika menunjukkan bahwa jalan pintas untuk bergerak lebih jauh di luar angkasa adalah memanfaatkan worm hole (lubang cacing). Lubang cacing secara teori menghubungkan dua wilayah di alam semesta yang berjauhan menjadi berdekatan. Sebuah pesawat ruang angkasa secara teoritis bisa langsung pindah ke wilayah alam semesta yang jauh dari wilayah awalnya jika memasuki lubang cacing.

Tapi pertanyaannya adalah, dapatkah kita benar-benar menggunakan lubang cacing untuk transportasi?

"Lubang cacing pada dasarnya adalah dinding yang rapuh. Jadi, tidak akan ada yang bisa melewati lubang itu," kata astrofisikawan Kip Thorne, dari California Institute of Technology di Pasadena, California, seperti dilaporkan Dicovery News, Selasa, 25 November 2014.

Lubang cacing diyakini menghubungkan lubang hitam dengan lubang putih di ujung lainnya. Teori ini dikembangkan oleh Albert Einstein dan asistennya, Nathan Rosen, yang berupaya membuat satu model alam yang meliputi semua kekuatan semesta. Karena tu, beberapa ilmuwan menyebut lubang cacing dengan jembatan Einstein-Rosen.

Namun, meski lubang hitam memang ada, mustahil bagi seseorang untuk melewati ruang di dalamnya, yakni memasuki jembatan Einstein-Rosen. Sebab, benda apa pun yang masuk ke area itu akan dipisahkan oleh tarikan gravitasi ekstrem.

"Berada di daerah lubang cacing membutuhkan banyak antigravitasi, yaitu energi negatif. Energi ini telah dibuat di laboratorium dengan efek kuantum. Namun meminjam energi negatif di ruang yang tidak memiliki apa pun adalah hal mustahil. Jadi, tidak akan ada manusia yang bisa mendapatkan energi negatif yang cukup ke lubang cacing. Artinya, tidak ada orang yang bisa menyeberangi lubang cacing," tutur Thorne.

Bagaimana dengan Teleportasi?

Sebuah ide fiksi ilmiah lainnya adalah teleportasi, sebuah teknologi yang memungkinkan kita untuk mengirim atau menjemput seseorang dari satu lokasi ke lokasi lainnya di alam semesta. Teknologi ini ada pada film Star Trek, di mana pada film tersebut disebut transporter, sebuah teknologi yang mampu mendekonstruksi tubuh seseorang di suatu tempat dan merekonstruksinya kembali di tempat yang lain.

Ada beberapa dasar ilmiah untuk teleportasi, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa partikel subatomik dapat dipindahkan dari satu titik ke titik lain lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Tetapi kemampuan untuk memecah partikel tubuh manusia dan membentuknya kembali secara utuh masih terlihat mustahil. Alih-alih berhasil merekonstruksi tubuh manusia yang sudah dipecah, tubuh manusia yang telah memakai teleportasi justru bisa saja tidak terbentuk secara utuh saat tiba di lokasi yang berbeda.

Warp Secara Ilmiah

Pada tahun 2013, sekelompok mahasiswa fisika mengoreksi pandangan apa yang akan terjadi ketika pesawat ruang angkasa terbang dengan kecepatan cahaya. Garis-garis bintang dan galaksi yang terlihat dari kaca pesawat ketika sedang melaju cepat dikatakan tidak akan benar-benar terjadi. Sebaliknya, pandangan akan tampak lebih seperti sebuah cahaya terang yang terpusat.

Perjalanan secepat cahaya akan menyebabkan cahaya bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang sesuai efek Doppler, yang juga menjelaskan mengapa suara dari klakson mobil sebelum dan sesudah melewati pengamat memiliki perbedaan.

Warp mungkin terasa melanggar teori relativitas khusus Einstein. Tapi relativitas khusus menyatakan bahwa Anda tak dapat melampaui kecepatan sinyal cahaya dalam perlombaan di mana Anda dan sinyal mengikuti rute yang sama.

Ketika ruang-waktu melengkung, itu memungkinkan Anda untuk mengalahkan sinyal cahaya dengan mengambil rute berbeda, sebuah jalan pintas. Kontraksi atau penyusutan ruang-waktu di depan gelembung dan perluasan atau pelebaran di belakang gelembung menghasilkan jalan pintas demikian.

Persoalannya adalah, diuraikan oleh Sergei V. Krasnikov dari Central Astronomical Observatory di Pulkovo, Rusia, interior gelembung lengkungan (warp bubble) terputus dari tepi depannya. Kapten kapal bintang di dalam gelembung tidak dapat menyetir gelembung atau menggerakkan atau menghentikannya; suatu perantara eksternal harus memulainya terlebih dahulu.

Untuk menghindari persoalan ini, Krasnikov mengajukan �superluminal subway�, pipa ruang-waktu yang dimodifikasi (tidak sama dengan lubang cacing) yang menghubungkan Bumi dan bintang. Di dalamnya, perjalanan superluminal ke satu arah dapat dilakukan. Selama perjalanan ke angkasa dengan kecepatan subcahaya tersebut, awak kapal antariksa menciptakan pipa demikian.

Saat pulang, para awak dapat melewatinya dengan kecepatan lengkungan. Seperti gelembung lengkungan, subway ini melibatkan energi negatif. Sejak saat itu telah ditunjukkan oleh Ken D. Olum dari Universitas Tufts, oleh Visser, bersama Bruce Bassett dari Oxford dan Stefano Liberati dari International School for Advanced Studies di Trieste, Italia, dan oleh Sijie Gao dan Robert M. Wald dari Universitas Chicago bahwa bahwa perjalanan lebih cepat daripada cahaya mensyaratkan energi negatif.

More about → seputar angkasa dan Mampukah Ilmuwan Menciptakan Pesawat Luar Angkasa Yang Melebihi Kecepatan Cahaya?-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Mengamati Cincin Planet Saturnus Sepanjang Tahun 2016-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Planet Saturnus di langit Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Kredit: Sirius Celestia


Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan ia merupakan planet terjauh di Tata Surya yang dapat terlihat dengan mata telanjang. Namun, Anda perlu teleskop untuk melihat cincin megah yang melingkari planet raksasa gas ini. Ia bersinar dengan cahaya konstan berwarna emas. Bagaimana cara menemukannya?

Anda dapat melihat Saturnus di langit Timur sedikit ke Tenggara saat tengah malam. Pada akhir April 2016, Saturnus akan terbit sekitar pertengahan malam, dan pada akhir Mei 2016, Anda akan melihat Saturnus terbit saat senja.

Juni dan Juli 2016 akan menjadi saat yang sangat baik pada tahun 2016 untuk melihat Saturnus. Planet termasif kedua di Tata Surya setelah Jupiter ini akan muncul di langit sepanjang malam, terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Mengapa bisa? Karena Matahar-Bumi-Saturnus akan berada satu garis lurus di bidang Tata Surya.

Untuk menemukan Saturnus pada tahun 2016, Anda dapat memanfaatkan bintang Antares, karena sepanjang tahun ini Saturnus akan berada di dekat bintang Antares di rasi bintang Scorpius. Jika Anda memiliki planisphere atau aplikasi peta langit di gawai Anda, Anda dapat memperkirakan posisi Antares di langit Anda, kemudian manfaatkan bintang ini untuk menemukan Saturnus di dekatnya.

Meskipun Saturnus dan Antares bersinar relatif dekat bersama-sama di kubah langit Bumi sepanjang tahun ini, Anda dapat dengan mudah membedakan Saturnus dengan Antares dari warnanya. Saturnus akan bersinar dengan rona kuning keemasan dan tidak berkelap-kelip, sedangkan Antares bercahaya merah dan berkelap-kelip.

Jika Anda mengalami kesulitan membedakan warna, cobalah menggunakan teleskop. Selain bisa dengan mudah menemukan Saturnus, melalui teleskop atau binokuler juga memungkinkan Anda melihat cincin planet ini, yang jika diamati dengan mata telanjang hanya bagai titik atau bintang kuning saja.

Di mana letak Saturnus pada paruh kedua 2016? Saturnus hampir selalu berkedudukan di satu tempat di langit kita sepanjang tahun. Di paruh kedua 2016, karena Bumi bergerak menjauh dari Saturnus di orbitnya, kita akan melihat Saturnus "menggeser" kenampakannya ke langit malam, tidak di langit dinihari lagi.

Setelah oposisi Saturnus pada bulan Juni 2016, Saturnus akan tampak lebih ke Barat saat malam tiba. Dan akhirnya, pada bulan November 2016, Saturnus akan hilang di langit Barat saat senja tepat setelah Matahari terbenam.

Satu hal lagi, bagi Anda pengguna teleskop: cincin Saturnus belakangan ini "terbuka" 26 derajat. Namun menjelang akhir tahun 2016 nanti, cincin Saturnus akan terbuka melebar sekitar 27 derajat. Ini adalah kesempatan bagus untuk melihat cincin Saturnus yang lebih terbuka menghadap ke Bumi.
More about → seputar angkasa dan Mengamati Cincin Planet Saturnus Sepanjang Tahun 2016-BLOG SEPUTAR ANGKASA

seputar angkasa dan Apakah Kita Sendirian Di Alam Semesta Yang Maha Luas Ini?-BLOG SEPUTAR ANGKASA

Ilustrasi Bumi


Keberadaan kehidupan luar Bumi adalah salah satu perdebatan yang paling menarik dalam sains. Ketika kita bertanya, "Apakah kita sendirian?", kita secara tidak langsung juga bertanya-tanya tentang bagaimana kehidupan lain itu sendiri dimulai, dan di mana serta apa fungsi keberadaan kita di alam semesta ini.

Pada sebuah makalah penelitian baru yang dipublikasikan dalam Astrobiology, para ilmuwan menggunakan penemuan planet ekstrasurya terbaru untuk memperkirakan kemungkinan adanya peradaban berteknologi maju selain Bumi. Menurut penelitian tersebut, adanya kehidupan luar Bumi adalah satu banding 10 miliar triliun.

"Satu banding 10 miliar triliun mungkin sangat kecil. Tapi bagi saya, ini berarti bahwa mungkin memang ada kehidupan cerdas dan berteknologi canggih yang telah berevolusi lebih cepat daripada peradaban kita di Bumi," kata Adam Frank, penulis utama makalah studi ini.

Probabilitas ini dibangun dari Drake Equation terkenal, argumen probabilistik untuk apakah sebuah peradaban lain lebih cerdas atau tidak. Drake Equation atau Persamaan Drake menggunakan tujuh parameter probabilistik untuk mendapatkan perkiraan jumlah peradaban di galaksi Bima Sakti. Persamaan ini tidak pernah memberikan angka yang tepat, tapi dapat merangsang perdebatan tentang kehidupan alien.


Drake Equation. Kredit: Frank & Sullivan


Pada makalah penelitian, Frank dan rekannya Woodruff Sullivan menyederhanakan Persamaan Drake secara signifikan. Jumlah peradaban maju, menurut Frank dan Sullivan, adalah sama dengan jumlah planet laik huni dalam volume tertentu dari alam semesta, dikalikan dengan kemungkinan spesies teknologi yang berkembang pada salah satu planet ini.

Lebih jauh, Persamaan Drake adalah persamaan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah peradaban ekstraterestrial di galaksi Bima Sakti. Rumus ini dimanfaatkan dalam bidang astrobiologi dan pencarian makhluk luar angkasa yang cerdas. Perhitungan ini dirancang oleh Frank Drake, Professor Emeritus dalam bidang Astronomi dan Astrofisika di University of California, Santa Cruz, AS.

Walau begitu, probabilitas ini hanyalah sebuah dugaan, namun tetap berlandaskan ilmiah. Perhitungan dari Frank dan Sullivan mungkin dapat menjawab pertanyaan "Apakah kita sendirian di alam semesta?", jawabannya adalah "Kita hampir mungkin tidak sendirian."





More about → seputar angkasa dan Apakah Kita Sendirian Di Alam Semesta Yang Maha Luas Ini?-BLOG SEPUTAR ANGKASA